Tips Mudah Menjual Rumah: Tahap 3 – Closing

Pada dua artikel sebelumnya telah dibahas beberapa tips mudah menjual rumah, mulai dari tahap persiapan hingga pemasaran. Namun, selain menambah daya tarik rumah, merapikan, dan mengambil foto-foto terbaik untuk diupload secara online, masih banyak hal lain yang tidak boleh luput dari perhatian anda, bukan hanya tampilan fisik rumah, namun juga kelengkapan surat-menyurat rumah, dan dokumen penjualan. Tentu, anda tidak ingin terlibat masalah setelah proses jual-beli selesai, bukan?

Tips mudah menjual rumah (Forsalebyowner)

Tips mudah menjual rumah (Forsalebyowner)

Tips Mudah Menjual Rumah Bebas Masalah

Berikut adalah beberapa tambahan tips menjual rumah dengan mudah yang tidak akan mempersulit anda kelak setelah proses jual-beli selesai:

Perhatikan Surat Perjanjian Jual-Beli

Jika seseorang tertarik untuk membeli rumah anda, maka orang tersebut akan memberikan penawaran melalui dokumen lelang resmi, atau yang dikenal dengan Perjanjian Jual-Beli. Di dalamnya, penjual dan pembeli akan melalui negosiasi tentang berbagai aspek, termasuk harga jual, tanggal serah terima, jenis pembiayaan yang akan digunakan pembeli, waktu kunjungan, serta alokasi biaya transaksi, dan aspek-aspek terkait lainnya.

Tentu saja, negosiasi yang sukses adalah kesepakatan kedua belah pihak. Pastikan penawaran yang anda terima memenuhi kriteria yang terpenting untuk anda. Jika sebuah penawaran dinilai tidak sesuai, anda memiliki hak untuk menolaknya dan menunggu datangnya penawaran baru yang lebih sesuai kriteria.

Perlu diingat bahwa jika Perjanjian Jual Beli telah ditandatangani kedua belah pihak, maka dokumen tersebut akan bersifat mengikat. Anda dan pembeli harus sama-sama mematuhinya. Jika pembeli menyerahkan pembayaran melewati waktu yang disepakati, maka anda bisa membatalkannya dan memegang uang panjar yang telah diserahkan calon pembeli. Sebaliknya, jika pembeli menemukan bahwa anda memberikan informasi palu atau tidak patuh, maka pembeli dapat membatalkan transaksi dan menempuh jalur hukum.

Dapatkan Taksiran Harga Asset (Appraisal)

Salah satu tips cepat menjual rumah adalah menerima pembeli yang menggunakan jasa perusahaan pembiayaan (finance). Jika pembeli menggunakan jasa perusahaan seperti ini, maka bank akan melakukan penaksiran harga aset (appraisal). Selama proses ini, pihak bank mungkin akan mengirimkan pihak ketiga ke rumah anda untuk memverifikasi nilai asset. Pihak penilai akan memperimbangkan kondisi rumah, harga jual rumah di sekitar tempat tinggal anda, maupun upgrade yang telah anda lakukan untuk menentukan nilai pasar.

Tegaskan Status Hak Milik

Surat hak milik tanah (sertifikat tanah) adalah dokumen hukum yang sifatnya mengikat. Di dalamnya tertuang batasan-batasan tertentu yang harus diperhatikan kedua belah pihak. Selain itu, dokumen kepemilikan tanah juga harus memuat beberapa aspek antara lain:

  • Batas-batas tanah
  • Pajak asset yang belum dibayar
  • Gadai atau hipotek atas asset
  • Dokumen asosiasi

Anda sebagai penjual bertanggung jawab menjelaskan status kepemilikan aset sebelum serah terima. Mungkin anda harus bekerja sama dengan perusahaan pembuat akta tanah atau agen real estate untuk mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk memperjelas status akte asset anda.

Persiapan Pindah

Jika inspeksi dan appraisal telah dilakukan dan akta tanah sudah selesai, maka tugas anda yang masih tersisa sebelum serah terima adalah menyiapkan diri untuk pindah. Pada saat transaksi dinyatakan selesai, berarti anda sudah harus keluar dari rumah, kecuali untuk hal-hal tertentu yang sudah disepakati.

Menjual rumah bisa saja menjadi hal yang sangat memusingkan, namun tugas ini bisa dibuat lebih mudah jika anda mengetahui cara dan prosesnya. Beberapa tips mudah menjual rumah di atas dapat membantu anda untuk membuat segalanya lebih sederhana. Pastikan anda melalui tahapan yang benar sejak persiapan hingga closing. Dengan demikian, anda tidak akan dihadapkan dengan urusan hukum nantinya.


Content Protection by DMCA.com