5 Ide Kreatif Focal Point pada Desain Interior Dapur Modern

Ada 5 ide kreatif focal point pada desain interior dapur modern yang bisa menjadi inspirasi untuk penataan dapur rumah minimalis. Seperti pernah dijelaskan pada artikel terpisah, setiap ruangan di dalam rumah tentunya memerlukan satu focal point atau titik yang menjadi fokus perhatian ketika seseorang memasukinya. Bukan hanya ruang tamu yang kerap dikunjungi oleh orang dari luar, melainkan juga desain interior dapur modern perlu focal point. Tentunya, titik fokus yang dimaksud tidak mesti sebuah dinding yang dicat dengan warna kontras. Ada beberapa elemen yang bisa dimanfaatkan untuk menonjolkan sebuah focal point.

Desain interior dapur modern dengan focal point (Higconstruction)

Desain interior dapur modern dengan focal point (Higconstruction)

Ide Focal Point pada Desain Interior Dapur Modern

Jika anda sedang mencari inspirasi untuk dekorasi interior dapur, maka ada beberapa ide focal point yang bisa anda terapkan.

Backsplash Berwarna Kontras

Backsplash atau lapisan dinding di dekat tempat pencuci piring atau kompor yang berfungsi melindungi dinding dari percikan cairan bisa menjadi titik pertama untuk menciptakan focal point. Anda bisa memilih keramik dengan warna yang kontras, atau keramik dengan gradasi warna yang kreatif, sehingga menciptakan daya tarik tersendiri. Pilih warna keramik yang dapat ‘menyembunyikan’ percikan air atau minyak serta mudah dibersihkan.

Furniture Dapur Unik

Meja dapur atau countertop juga bisa dijadikan sebagai titik fokus pada interior dapur minimalis modern. Tidak ada batasan pilihan material yang bisa anda manfaatkan untuk meja dapur. Anda bisa memilih countertop dari bahan kayu tua yang unik, marmer, batu alam, atau vinyl dengan tampilan batu alam dengan tekstur yang menarik perhatian.

Kitchen set unik sebagai focal point di dapur (Chowbids)

Kitchen set unik sebagai focal point di dapur (Chowbids)

Selain meja dapur, anda juga bisa berkreasi dengan kitchen set dengan warna cat ang berbeda sebagai focal point. Kitchen set bisa dicat sesuai warna kesukaan anda. Bahkan, anda bisa melakukannya sendiri dengan mencampur beberapa warna, sehingga menghasilkan satu warna kombinasi yang berbeda.

Peralatan Dapur Unik dan Lucu

Anda juga bisa memilih furniture dengan model atau warna yang unik sebagai titik tumpu di dapur. Misalnya, jika dapur anda didominasi warna putih atau krem yang lembut, mengapa tidak meletakkan satu set kursi unik dengan warna merah menyala atau orange terang? Selain memberikan nuansa warna yang berbeda, furniture semacam ini juga dapat mencerminkan pribadi anda.

Selain furniture, anda juga bisa memilih perlengkapan dapur dengan warna unik dan kontras. Misalnya, jika selama ini kulkas didominasi warna abu-abu, putih, atau warna netral lainnya, mengapa tidak meletakkan kulkas berwarna biru terang atau hijau? Keunikan warnanya akan menjadi daya tarik tersendiri.

Dinding dengan Tekstur Unik

Daripada sekedar mengecat salah satu dinding dapur dengan warna yang berbeda, mengapa tidak berkreasi dengan tesktur? Elemen desain ini akan memberikan efek yang dramatis. Anda bisa memilih dinding dengan tekstur, kilauan unik, atau efek 3-dimensi yang membuatnya dominan pada desain interior dapur modern anda. Dengan cara ini, dapur anda akan bebas dari kesan monoton dan kaku.

Karya seni sebagai focal point di dapur (Teaone)

Karya seni sebagai focal point di dapur (Teaone)

Karya Seni

Jika anda penggemar karya-karya seni atau kerajinan unik, maka jadikanlah sebagai elemen fokal point di dapur anda. Lebih baik lagi jika karya seni tersebut merupakan buatan anda sendiri. Meski demikian, anda harus ekstra hati-hati memilih karya seni yang akan dipajang di dapur. Pasalnya, dapur adalah area yang rentan terhadap percikan air, minyak, atau bahkan sisa makanan. Jangan sampai karya seni yang berharga rusak karena diletakkan di dapur.

Itulah inspirasi untuk 5 ide Kreatif focal point pada desain interior dapur modern pada rumah minimalis. Anda tentu bisa memilih sesuai kreativitas dan style anda. Dapur adalah area yang kerap digunakan bersama, jadi pastikan nuansanya disukai oleh semua anggota keluarga.

Cara Memilih Lantai Dapur Sesuai Materialnya – Bagian 4

Pada tiga artikel sebelumnya, telah dibahas 7 pilihan bahan lantai dapur yang mungkin cocok untuk anda. Tentu saja pilihannya tidak hanya sampai di situ, karena masih ada alternatif lain untuk anda. Sebagai cara memilih lantai dapur sesuai materialnya, anda tentu harus memahami karakteristik masing-masing, sehingga anda bisa menilai kesesuaiannya dengan hunian anda (dengan mempertimbangkan intensitas aktivitas keluarga di dapur).

Cara memilih lantai dapur yang sesuai (Inthecreation)

Cara memilih lantai dapur yang sesuai (Inthecreation)

Cara Memilih Lantai Dapur Bahan Vinyl

Vinyl adalah salah satu bahan paling populer untuk lantai dapur. Di samping harganya yang lebih murah, vinyl merupakan salah satu bahan paling tahan terhadap air, sehingga cocok digunakan di area basah dan rentan basah, seperti dapur. Bahan ini tersedia dalam berbagai tekstur dan style, sehingga bisa disesuaikan dengan konsep dan tema hunian anda. Anda bahkan bisa mendapatkan lantai vinyl dengan tampilan mirip seperti kayu. Selain itu, kelebihan lantai vinyl adalah:

  • Mudah dibersihkan dan dirawat; anda hanya perlu membersihkan sisa kotoran, debu, dan pasir halus segera, sehingga permukaan lantai tidak tergores. Anda juga bisa menggunakan kain pel basah dan bahan pembersih yang cocok untuk lantai vinyl untuk mengangkat noda yang membandel.
  • Nyaman; lantai vinyl tidak terasa dingin di musim hujan, sehingga tetap nyaman di kaki. Bahkan, anda bisa mendapatkan helaian vinyl yang telah diberi pelapis khusus untuk menjamin kenyamanan anda dan keluarga
  • Tahan lama; jika dipasang dan dipelihara dengan baik, lantai vinyl bisa tahan 10 hingga 20 tahun, tergantung kualitas bahan yang anda beli, proses pembuatan, serta pemasangan.
Contoh dapur berlantai vinyl (Hgtvhome)

Contoh dapur berlantai vinyl (Hgtvhome)

Meski demikian, anda juga harus mengetahui kelemahannya sebagai cara memilih lantai dapur. Bahan ini berpotensi mengandung zat kimia berbahaya, sehingga proses pemasangan dan pemilihannya harus dilakukan secara seksama. Vinyl juga tidak termasuk bahan yang ramah lingkungan, jadi mungkin kurang cocok bagi anda yang mencintai bahan-bahan bertema Eco-Green. Ketika terkena api, vinyl dapat melepaskan zat beracun yang dapat membahayakan anggota keluarga.

Cara Memilih Lantai Dapur Bahan Kayu Alam

Kayu alam selalu masuk dalam daftar teratas pilihan bahan untuk lantai karena sifatnya yang ramah lingkungan, tampilan elegan dan berkelas, dan menciptakan suasana yang hangat. Bahkan, semakin tua usia kayu, semakin mahal harganya. Meski demikian, karena dapur merupakan area yang basah dan lembab, pemilihan bahan kayu untuk lantai dapur mesti dilakukan secara seksama.

Di balik berbagai kelebihannya, kayu juga memiliki sejumlah kelemahan, terutama dari segi harga. Kayu alam berkualitas semakin sulit diperoleh, sehingga hargaya relatif lebih bahan dibanding bahan lain. Selain itu, sebagai cara memilih lantai dapur yang cocok, pastikan anda mempertimbangkan beberapa potensi masalah berikut:

Contoh dapur berlantai kayu alam (Jiwtv)

Contoh dapur berlantai kayu alam (Jiwtv)

  • Lantai kayu juga bisa menciptakan suara bising, namun ini mungkin tidak terlalu masalah untuk dapur.
  • Lantai berbahan kayu memerlukan perawatan berkala, karena bahan alam ini relatif rentan terhadap goresan, tumpahan air, minyak, maupun minuman. Pastikan anda menambahkan lapisan khusus untuk melindungi lantai, sehingga tahan lebih lama
  • Lantai kayu kurang cocok untuk anda yang gemar memelihara hewan berkuku panjang dan tajam, karena kuku binatang dapat membuat kayu tergores, sehingga permukaannya menjadi kurang indah.

Menggunakan lantai kayu untuk dapur bukanlah suatu masalah, sepanjang anda tidak membiarkan tumpahan cairan berlama-lama di permukaan lantai. Terlalu sering lembab akan membuat kayu mudah lapuk dan rusak.  Nah, itulah beberapa cara memilih lantai dapur untuk anda. Bahan mana yang menjadi pilihan anda?

Cara Memilih Lantai Dapur Sesuai Materialnya – Bagian 3

Pada artikel sebelumnya, ada lima pilihan bahan lantai dapur yang dapat anda pertimbangkan plus minusnya, yakni bambu, karpet, gabus, kayu laminating, dan semen. Masing-masing tentu menawarkan kelebihan tersendiri, meski anda harus mempertimbangkan kekurangannya sebagai cara memilih lantai dapur sesuai materialnya. Nah, selain lima pilihan di atas, masih ada beberapa alternatif yang mungkin cocok untuk hunian anda, sesuai karakter penghuni rumah maupun cuaca di daerah tempat tinggal anda.

Cara memilih lantai dapur (Inthecreation)

Cara memilih lantai dapur (Inthecreation)

Cara Memilih Lantai Dapur Sesuai Jenis Bahannya

Berikut adalah pilihan bahan yang dapat anda pertimbangkan, dari segi kelebihan dan kekurangan, serta tips untuk menggunakannya sebagai cara memilih lantai dapur dengan cerdas:

Karet

Pada dasarnyaa, karet memiliki karakter yang sama dengan gabus, hanya saja variasi warna dan teksturnya lebih banyak. Selain itu, karet mudah dipasang tanpa harus menggunakan perekat, karena secara alami bahan ini mudah merekat. Selain itu, karet terasa lebih enak saat diinjak, tahan lama, dan memiliki sifat anti-selip. Untuk kemudahan bongkar-pasang, saat ini karet sudah tersedia dalam bentuk helaian siap pakai untuk lantai dapur anda.

Kelebihan lainnya adalah bisa didaur ulang, mudah dibersihkan, dan lembut. Namun, perlu diingat bahwa karet mungkin berbau saat cuaca panas (kurang cocok bagi orang yang sensitif dengan bau karet). Selain itu, permukaan karet bisa berubah jika terkena minyak. Jadi, sebaiknya pilih karet dengan warna yang gelap, sehingga noda akibat minyak tidak begitu terlihat. Untuk lantai dapur yang ramah lingkungan, pilih lantai dari bahan yang dapat didaur ulang.

Contoh lantai dapur berbahan karet (Minimalisti)

Contoh lantai dapur berbahan karet (Minimalisti)

Batu

Batu memiliki banyak variasi, yang tersedia dalam bentuk lembaran siap pakai. Di antaranya adalah adalah batu pualam atau marmer. Karena pola dan warna yang kaya, batu menghasilkan lantai dapur yang unik dan bersahaja. Lantai batu memiliki sifat alami yang dingin, sehingga cocok dipasang di daerah-daerah panas. Namun, jika anda tetap ingin memasang lantai batu di daerah yang dingin, sebaiknya gunakan pelapis khusus untuk memberikan rasa hangat saat cuaca dingin.

Kelebihan utama dari lantai batu yang perlu anda ketahui sebagai cara memilih lantai dapur dengan cerdas adalah sifatnya yang tahan lama, permukaan keras, dan mudah dibersihkan. Namun, ada varian batu tertentu yang dapat berubah warna, sehingga membutuhkan perhatian secara rutin. Sebagai tips tambahan:

  • Belilah serap setidaknya 25% dari jumlah yang anda butuhkan untuk serap di masa mendatang
  • Simpan  kuitansi pembelian untuk antisipasi retur lembaran yang pecah
  • Periksa setiap lembaran secara seksama sebelum dipasang. Gunakan tenaga ahli untuk memasangnya. Setiap lembaran lantai bisa saja berbeda dari segi warna dan tekstur; sebaiknya, pilih sendiri setiap lembarannya jika anda menginginkan tampilan lantai yang seragam.
Contoh dapur berlantai batu (Flooringmagz)

Contoh dapur berlantai batu (Flooringmagz)

Keramik

Keramik merupakan pilihan yang bagus karena pemeliharaannya sederhana, tahan lama, dan memiliki sifat memantulkan cahaya, sehingga memberikan kesan lapang di dapur. Keramik cocok dipasang di rumah minimalis kecil, karena tidak menimbulkan kesan penuh. Selain itu, keramik kini tersedia dalam berbagai tampilan dan warna, seperti tekstur kayu dan ukuran lebih bervariasi, sehingga bisa disesuaikan dengan keinginan anda.

Keramik juga lebih tahan terhadap udara lembab, namun anda juga harus mengetahui kelemahannya. Mungkin, dibutuhkan trik khusus untuk membersihkan sela-sela keramik. Selain itu,  anda harus ekstra hati-hati, karena benda yang rapuh seperti kaca dan piring, akan pecah berserakan jika jatuh ke lantai.

Contoh dapur berlantai keramik (Inthecreation)

Contoh dapur berlantai keramik (Inthecreation)

Sejauh ini, ada 7 pilihan bahan lantai dapur yang sudah dibahas. Apakah masih ada alternatif lain?  Simak terus pada artikel panduan desain rumah minimalis berikutnya tentang cara memilih lantai dapur sesuai materialnya.

Artikel Rumah Minimalis ini dikenal :

contoh dapur menggunakan batu pualam -

Cara Memilih Lantai Dapur Sesuai Materialnya – Bagian 2

Pada artikel cara memilih lantai dapur sesuai materialnya sebelum ini telah dibahas 2 alternatif bahan untuk lantai dapur, yakni bambu dan karpet, beserta kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentunya, masih banyak pilihan lain yang perlu anda pertimbangkan saat memilih lantai dapur untuk rumah idaman anda bersama keluarga tercinta. Di antaranya adalah lantai dapur berbahan semen, gabus, bahan laminating, karet, dan sebagainya.

Memilih lantai dapur menurut bahannya (Amazingtile)

Memilih lantai dapur menurut bahannya (Amazingtile)

Cara Memilih Lantai Dapur Sesuai Materialnya

Lantai Semen

Semen memiliki tampilan kontemporer yang sulit ditandingi. Semen juga merupakan pilihan lantai dapur paling tua karena telah ada sejak masa lalu. Ada banyak kelebihannya dibanding bahan lain, namun yang paling utama adalah ketahannya, karena semen tahan terhadap berbagai aktivitas di dapur yang sibuk sekalipun tanpa kehilangan daya tariknya. Anda bisa mengubah tampilan lantai semen sesuai keinginan anda, misalnya dengan mengecat atau memberikann lapisan. Semen juga tahan terhadap udara lembab.

Meski demikian, anda juga harus mengetahui kelemahannya sebelum memilih lantai dapur ini. Semen memiliki permukaan yang sangat keras, terutama jika anda banyak berdiri saat beraktivitas di dapur. Semen juga mentransfer suhu dingin, sehingga perlu diberi lapisan. Jadi, jika anda tinggal di daerah dengan udara dingin, sebaiknya gunakan pelapis untuk menghangatkan permukaan lantai yang dingin.

Lantai dapur dari bahan semen (Chimecms)

Lantai dapur dari bahan semen (Chimecms)

Gabus

Gabus memang belum begitu populer digunakan sebagai pelapis lantai dapur. Ternyata, gabus menghasilkan tekstur lantai yang unik karena terasa lembut di kaki. Gabus adalah bahan isolasi alami yang dapat mengurangi efek perubahan suhu maupun suara, sehingga cocok digunakan untuk lantai dapur di daerah yang rentan terhadap perubahan suhu maupun rentan terhadap polusi suara.

Selain itu, gabus secara alami mengandung sifat anti-kuman, karena terbuat dari bahan lilin, sehingga bisa menangkal serangga maupun hama. Selain itu, jika budget anda terbatas, maka gabus bisa anda pasang sendiri, karena mudah digunakan. Meski demikian, kelemahannya adalah mudah tergores, sehingga menyisakan tampilan yang tidak sempurna pada permukaan lantai.

Contoh dapur dengan lantai gabus (Grezu)

Contoh dapur dengan lantai gabus (Grezu)

Sebagai tips tambahan:

  • Pilih gabus yang telah melalui proses treatment, sehingga bisa dicat maupun dibersihkan secara berkala.
  • Pastikan bahwa bahan gabus yang anda beli telah diberi lapisan yang dapat menangkal air maupun udara lembab
  • Beli beberapa lembaran gabus untuk serap di masa mendatang, jika salah satunya rusak

Lantai Laminating

Bahan berikutnya yang perlu anda pertimbangkan saat memilih lantai dapur adalah kayu laminating. Kayu laminating adalah pilhan bahan lantai yang murah namun menarik. Lapisan atasanya dirancang untuk tahan terhadap berbagai aktivitas. Jika anda memberi lapisan di bawahnya, maka hasilnya adalah lantai yang lembut dan ergonomis. Selain itu, kayu laminating mudah dipasang dan dibongkar, serta tersedia dalam berbagai style, dan cocok untuk dapur bergaya modern hingga tradisional.

Kelemahannya adalah bahwa kayu laminating tidak dianggap sebagai kayu yang sesunguhnya. Selain itu, lapisan atasnya bisa membuat lantai licin, menghasilkan suara yang keras, serta tidak bisa dipoles ulang. Sebagai tipsnya, pilihlah bahan laminating dengan garansi yang paling lama, misalnya 25 tahun. Sebaiknya, gunakan pelapis tambahan di bawahnya untuk hasil yang lebih baik.

Contoh lantai dapur berbahan kayu laminating (Bobfrady)

Contoh lantai dapur berbahan kayu laminating (Bobfrady)

Jika daya tahan menjadi pertimbangan utama anda saat memilih lantai dapur, maka dari 3 pilihan di atas, maka lantai semen adalah rekomendasinya. Lantai laminating cocok untuk anda yang mengutama style, sedangkan lantai gabus cocok untuk anda yang mengutamakan kenyamanan. Nah, sejauh ini telah dibahas 5 pilihan bahan untuk lantai dapur. Tentunya, masih banyak alternatif lain untuk anda. Simak pembahasan cara memilih lantai dapur sesuai materialnya pada artikel berikutnya ya.

Cara Memilih Lantai Dapur Sesuai Materialnya – Bagian 1

Dapur merupakan area yang memerlukan perhatian khusus. Meski letaknya umumnya berada di bagian belakang rumah, dapur merupakan tempat yang sangat penting, karena di sinilah makanan bergizi dihidangkan untuk keluarga. Memilih lantai dapur harus dilakukan secara seksama, karena dapur kerap menjadi area basah, dan di sini, sering terjadi tumpahan makanan dan minuman yang dapat mempengaruhi ketahanan lantai. Cara memilih lantai dapur berikut dapat membantu anda yang sedang merencanakan hunian bagi keluarga tercinta.

Tips memilih lantai dapur (Inthecreation)

Tips memilih lantai dapur (Inthecreation)

Cara Memilih Lantai Dapur untuk Hunian

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam tips memilih lantai dapur untuk hunian keluarga anda adalah fungsi dari lantai tersebut. Lantai merupakan area dengan traffic yang cukup tinggi. Anda tentu membutuhkan lantai dapur yang tahan lama, minim perawatan, dan ramah lingkungan. Nah, jika pertimbangan utama anda adalah ketahanan lantai dapur, maka pilihannya adalah semen, karet, batu, keramik, vinyl, dan kayu laminating.

Namun, selain faktor ketahanan, anda juga perlu mempertimbangkan frekuensi lalu-lalang di dapur. Ya, bayangkan bagaimana repotnya anda ketika menyiapkan masakan untuk keluarga. Jadi, lantai yang dirancang dengan lapisan khusus (cushioning) juga bisa menjadi pertimbangan. Pilihannya antara lain: bambu, karpet, gabus, karet, vinyl, kayu, dan kayu laminating.

Tentunya, setiap bahan yang digunakan untuk lantai dapur memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Sisi kuat dan sisi lemah setiap material yang akan digunakan untuk dapur anda juga perlu menjadi pertimbangan. Tentunya, anda harus memilih sesuai intensitas pemakaian, resiko, serta karakteristik anggota keluarga anda.

Tips Memilih Lantai Dapur Menurut Materialnya

Sebagian bagian dari tips memilih lantai dapur yang cocok untuk keluarga anda, berikut akan dibahas karakteristik masing-masing material yang ada, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing:

Lantai dapur berbahan bambu (Houzz)

Lantai dapur berbahan bambu (Houzz)

Lantai Bambu

Mungkin, bambu tidak masuk dalam daftar alternatif bahan yang akan anda pakai untuk lantai dapur, bukan? Namun, siapa sangka jika bambu ternyata merupakan bahan yang baik untuk lantai, khususnya jika anda lebih menyukai produk-produk yang ramah lingkungan. Selain ramah lingkungan, bambu jugamerupakan salah satu bahan alami yang paling tahan lama.

Kelebihan lain dari bambu adalah bahan baku yang mudah di dapat, khususnya di negara-negara tropis seperti Indonesia. Bambu mudah dikembangkan dan tidak dibutuhkan puluhan tahun untuk mengembangkan bambu hingga bisa digunakan untuk bahan lantai. Namun, anda juga perlu mengetahui kekurangannya, yakni mudah berlekuk.

Oleh sebab itu, pilihlah bambu yang telah melalui proses treatment di pabrik yang terkenal reputasinya. Kecuali jika anda memilih keahlian khusus di bidang pengolahan dan pengawetan bambu, sebaiknya jangan menggunakan bambu alami yang dijemur sendiri.

Karpet

Karpet memang belum begitu banyak digunakan untuk lantai dapur, karena perawatan dan pembersihan yang sulit. Namun, belakangan ini banyak karpet yang dirancang khusus untuk digunakan di dapur-dapur modern. Karpet-karpet tersebut telah melalui tahap pengujian di pabrik dan dirancang untuk ruangan dengan traffic yang tinggi, mudah dibersihkan, dan mudah dipasang, sehingga bisa digunakan untuk dapur.  Selain itu, karpet tersedia dalam berbagai motif, ukuran, tekstur, warna, dan material yang bisa anda pilih sesuai keinginan.

Contoh dapur dengan lantai karpet (Paltechs)

Contoh dapur dengan lantai karpet (Paltechs)

Tips memilih lantai dapur berbahan karpet adalah membelinya dari pabrik yang memang merancang karpet khusus untuk dapur atau sesuai pesanan anda (custom order). Belilah karpet serap untuk pengganti di masa mendatang. Selain itu, pastikan anda melalui pemeliharaan secara rutin serta menyediakan perangkat pembersih khusus, seperti vacuum cleaner, untuk mempermudah pekerjaan anda.

Nah, selain bambu dan karpet, masih banyak pilihan bahan lain yang bisa anda pertimbangkan. Jangan lewatkan cara memilih lantai dapur sesuai materialnya pada artikel kami selanjutnya.